Jumat, 22 Maret 2013

Fotografi

Posted by Unknown at Jumat, Maret 22, 2013 0 comment
      Fotografi berasal dari kata Yunani yaitu "photos": Cahaya dan "Grafo": Melukis/menulis. Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umumnya adalah proses/metode untuk menghasilkan gambar/foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.
       Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa). Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Pengambilan gambar dengan kamera NIKON D200 :

(Diafragma 5.6 & Speed 30)

(Diafragma 5.6 & Speed 40)

(Diafragma 5.6 & Speed 60)

(Diafragma 5.6 & Speed 125)

(Diafragma 13 & Speed 200)


(Diafragma 14 & Speed 200)

(Diafragma 16 & Speed 200)

(Diafragma 18 & Speed 200)

Surat Keterangan Prakerin

Posted by Unknown at Jumat, Maret 22, 2013 0 comment
Surat Keterangan Prakerin TVRI Stasiun DKI Jakarta


Minggu, 17 Maret 2013

Visual Basic 6.0

Posted by Unknown at Minggu, Maret 17, 2013 0 comment


          Fungsi Tools pada Visual Basic 6.0
No
Nama tool / Tombol
Fungsi
1
Text Box
digunakan untuk menampilkan teks
yang bisa diubah oleh pengguna
2
Frame
digunakan untuk mengelompokkan
kontrol-kontrol yang dianggap memiliki fungsi sejenis
3
Command Button
digunakan untuk memulai proses tertentu pada saat pengguna melakukan klik
4
Check Box
digunakan untuk memberikan pilihan
kepada pengguna
5
Option Button
fungsinya hampir sama dengan
CheckBox. Bedanya, pada CheckBox biasanya pengguna bisa memilih lebih dari satu pilihan.
6
List Box
digunakan untuk memberikan pilihan
dalam bentuk daftar
7
Combo Box
fungsinya hampir sama dengan
ListBox, hanya saja pengguna bisa memasukkan pilihan lain
8
HScroll Bar
digunakan untuk menggeser layar
secara horizontal
9
VScroll Bar
digunakan untuk menggeser layar
secara vertical
10
Timer
digunakan untuk mengatur proses pada
program dalam interval waktu tertentu
11
Drive List Box
digunakan untuk menampilkan
drive yang ada
12
Dril List Box
digunakan untuk menampilkan
direktori pada drive
13
File List Box
digunakan untuk menampilkan file
pada direktori
14
Shape
digunakan untuk menampilkan bentukbentuk tertentu
15
Line
digunakan untuk menampilkan garis
16
Image
digunakan untuk menampilkan image,
tetapi tidak bisa berfungsi sebagai kontainer
17
Data
digunakan untuk menghubungkan program ke database
18
Ole
digunakan untuk menghubungkan form
dengan program lain
Fungsi Menu Pada Visual Basic 6.0
1. Menu Bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dan lain-lain
2. Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan cepat
3. Form Designer, merupakan tempat untuk merancang user interface dari aplikasi. Jadi jendela ini menyerupai kanvas bagi seorang pelukis
4. Project Window, berisi gambaran dari semua modul yang terdapat dalam aplikasi. Juga dapat digunakan icon Toggle Folders untuk menampilkan modul-modul dalam jendela tersebut secara di group atau berurut berdasarkan nama. Juga dapat menggunakan icon Ctrl+R untuk menampilkan jendela project, ataupun menggunakan icon Project Explorer

5. Toolbox, berisi komponen-komponen yang dapat digunakan untuk mengembangkan user interface.

Keterangan toolbox:
  1. Pointer bukan merupakan suatu control, gunakan icon ini ketika ingin memilih kontrol yang sudah berada pada form
  2. Picture Box adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan image dengan format : BMP, DIB (bitmap), ICO (icon), CUR (cursor), WMF (metafile), EMF (enhanced metafile), GIF dan JPEG
  3. Label adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan teks yang tidak dapat diperbaiki oleh pemakai
  4. Text Box adalah kontrol yang mengandung string yang dapat diperbaiki oleh pemakai, dapat berupa satu baris tunggal atau banyak baris
  5. Frame adalah kontrol yang digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya
  6. Command Button merupakan kontrol yang hampir ditemukan pada setiap form dan digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu ketika pemakai melakukan klik padanya
  7. Check Box digunakan untuk pilihan yang isinya berisi yes/no, true/false
  8. Option Button sering digunakan lebih dari satu sebagai pilihan terhadap beberapa option yang hanya dapat dipilih satu
  9. List Box mengandung sejumlah item dan user dapat memilih lebih dari satu (bergantung pada property multi select)
  10. Combo Box merupakan kombinasi dari text box dan list box dimana pemasukan data dapat dilakukan dengan pengetikan maupun pemilihan
  11. Hscroll Bar dan Vscroll Bar digunakan untuk membentuk scroll bar berdiri sendiri
  12. Timer digunakan untuk proses background yang diaktifkan berdasarkan interval waktu tertentu. Merupakan kontrol non-visual
  13. Drive List Box, Dir List Box dan File List Box sering digunakan untuk membentuk dialog box yang berkaitan dengan file
  14. Shape dan Line digunakan untuk menampilkan bentuk seperti garis, persegi, bulatan dan oval
  15. Image berfungsi menyerupai image box, tetapi tidak dapat digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya. Sesuatu yangperlu diketahui bahwa kontrol image menggunakan resource yang lebih kecil dibandingkan dengan picture box
  16. Data digunakan untuk data binding
  17. OLE dapat digunakan sebagai tempat bagi program eksternal seperti Microsoft Excel, Word, dll
6. Code Window, merupakan tempat untuk menulis koding. Untuk menampilkan jendela ini dapat juga dengan menggunakan kombinasi Shift+F7
7. Properties Window, merupakan daftar properti-properti object yang sedang terpilih. Sebagai contohnya dapat diubah warna tulisan (foreground) dan warna latar belakang (background). Untuk menampilkan jendela properti dapat menggunakan tombol F4
8. Form Layout Window, akan menunjukkan bagaimana form bersangkutan ditampilkan ketika runtime


Tipe Data di Visual Basic 6.0
Visual basic 6.0 mempunyai beberapa jenis data. Untuk mendefinisikan jenis data pada sebuah variabel, visual basic menggunakan satu karakter tanda yang diletakkan di akhir nama sebuah variabel. Jenis data dalam visual basic yaitu :
Tabel Jenis Data pada Visual Basic dan Akhirannya
Jenis Data Akhiran
Boolean Tidak Ada
Integer %
Long Integer &
Double (Floating) #
Single (Floating) !
Currency @
Date Tidak Ada
Object Tidak Ada
String $
Variant Tidak Ada


Batasan Data dalam Visual Basic 6.0

Data yang digunakan dalam visual basic mempunyai batasan-batasan yang ditentukan oleh besarnya tempat yang disediakan oleh penyimpanannya dalam memory. Adapun batasan-batasan data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel Type Data
Jenis Data Ukuran Range/Batasan
Byte 1 byte 0 sampai dengan 255
Boolean 2 bytes True atau False
Integer 2 bytes -32, 68 sampai dengan 32, 767
Long (Long Integer) 4 bytes -2, 147, 483, 648, sampai dengan 2, 147, 483, 647
Single (Single-Precision-Floating-Point) 4 bytes Negatif : -3,402823E38 sampai dengan 1,401298E45
Positif : 1,4.1298E45 sampai dengan 3,402523E8
Date 8 bytes 1 Januari 100 sampai dengan 1 Desember 9999
Object 1 byte Semua referensi object
String (Variable-Length) 10 bytes + panjang string 0 sampai kira-kira 2 milyar
String (Fixed-Length) Sepanjang string 1 sampai kira-kira 65,400
Variant (with numbers) 16 bytes Semua numeric sesuai batasan pada jenis data double
Variant (with characters) 22 bytes + panjang string Batasannya sama seperti panjang variable string yaitu 0 sampai kira-kira 2 billion
User defined
(Menggunakan type) Sebesar elemen yang dibutuhkan Setiap elemen sama batasannya dengan jenis datanya

Rabu, 06 Maret 2013

Televisi Broadcast

Posted by Unknown at Rabu, Maret 06, 2013 0 comment
Sistem Master Control Room (MCR) Televisi Broadcast
     MCR menjadi pusat pengaturan semua tayangan program & iklan. MCR juga dapat dikatakan tempat pengontrolan keluar & masuknya sumber. Terdapat tujuh bagian dalam sistem MCR Televisi Broadcast, antara lain:
  • Video Tape Recording (VTR) Material Room
        Bagian ini merupakan tempat penyedian materi-materi program siaran yang berbentuk tape / kaset siap tayang. VTR berfungsi merekam & melihat rekaman pada proses produksi, dapat juga digunakan untuk meng-capture (mengubah rekaman dari kaset pita ke digital). Format yang digunakan, antara lain VHS, S-VHS, dan MiniDV. Kaset-kaset tersebut di barcode / dikomputerisasikan sehingga terdapat pembagian segmen untuk sebuah program acara. Kemudian setelah dibagi, di input ke Flexicart / mesin pemutar materi program. 
  • Studio
        Studio merupakan tempat untuk memproduksi & menyuplai program-program stasiun televisi. Proses produksi di studio harus terkoneksi dengan MCR. Ketika program acara diproduksi di studio, MCR menjadi penting untuk mengatur jalannya produksi. Video & audio akan dikirim ke MCR. Produksi program di studio dapat secara live (langsung disiarkan ke pemirsa) ataupun secara recording (program acara direkam terlebih dahulu atau dikenal dengan taping). Di dalam studio terdapat beberapa sistem yang terintegrasi yaitu audio (system mixer), video (system camera), pencahayaan (system lighting) & seni (art design).
  • Siaran Langsung (Live Event)
        Siaran langsung merupakan suatu proses produksi yang sesuai dengan kenyataan saat itu sehingga apa yang dilihat di televisi pemirsa merupakan gambaran nyata baik waktu maupun lokasi. Siaran langsung memiliki risiko kegagalan baik masalah teknis maupun operasional. Siaran langsung mempunyai slot waktu program yang sulit diprediksi ketepatan selesainya, sehingga seandainya acara langsung gagal, otomatis mengganggu runtutan acara berikutnya.
  • Presentasi
         Presentasi merupakan pengendali utama sebuah siaran berlangsung. Bagian ini merupakan pengatur waktu baik kapan program acara on air (berupa live atau taping) maupun waktu iklan / komersial akan ditayangkan. Selain itu, bagian presentasi juga bertugas mengatur naik / turunnya logo televisi, running text. Sistem presentasi memiliki main switcher / switcher utama yang saling terhubung dengan computer control switcher & computer control superimpossedSwitcher merupakan alat untuk memilih satu gambar dari berbagai sumber untuk disiarkan atau direkam. Untuk sumber lainnya seperti logo, running textbumper & sebagainya juga akan masuk ke main switcher.
  • Master Control Console
          Bagian ini sebagai pemantau alur sinyal audio & video. Master control console sebagai penyangga utama penyelenggaraan siaran, membagi sinyal input kebagian lain (studio, presentasi, transfer room), koordinasi utama saat siaran langsung.
  • Ruang Transfer (Transfer room)
         Ruang transfer / transfer room disebut juga sebagai bagian rekam / recording. Bagian transfer memberikan input untuk materi siaran yang siap tayang. Bagian transfer dapat merekam materi live atau siaran tunda, merekam acara off air (hasil on air yang sudah ke masyarakat) guna keperluan saksi ke pemasang iklan (Broadcast On Air Whitness). Bagian transfer sebagai perekam materi acara yang belum berformat digital.
  • Transmisi Up-link
        Ruang transmisi merupakan bagian yang menyiarkan sinyal-sinyal audio & video ke masyarakat. Bagian ini berhubungan dengan frekuensi, daya pancar transmitter, gelombang pemancar, converage area pancaran stasiun televisi, perizinan alokasi frekuensi dengan departemen perhubungan dan lain-lain. Dalam penyiaran televisi, transmisi sebagai pemancar gelombang elektromagnetik dengan dua tipe, yaitu pola penyiaran tatap muka langsung (line off sight) & pola satelit uplink & downlinkLine off sight menggunakan gelombang pendek (microwave) yang biasanya untuk keperluan stasiun relay dalam kota (TX Site). Satelit uplink & downlink menggunakan media satelite repeater untuk keperluan televisi daerah (TX Relay).

SDM Pada Master Control Room

  • Produser
        Produser bertanggung jawab terhadap semua aktivitas pembuatan program. Untuk kebutuhan tertentu, terdapat sebuah komputer dengan system on line seperti New Q Pro yang terhubung langsung dengan teleprompter sehingga produser / scripwritter dapat melakukan perubahan / penambahan script yang muncul & akan dibacakan oleh anchor. Sistem tersebut juga secara online dapat menghitung durasi per materi sehingga produser mendapat informasi yang akurat saat membatalkan (drop) atau menambah materi di dalam segmen agar sesuai dengan durasi & kebutuhan.
  • Program Director (PD)
        Program director bertanggung jawab terhadap teknis pelaksanaan & melakukan pemilihan gambar & suara sesuai rundown.
  • Pengoperasi Switcher (Switcherman)
         Switcherman bertanggungjawab mengoperasikan mesin switcher.
  • Penata Aksara atau Character Generic (CG)
         Penata aksara bertugas menampilkan teks berupa informasi seperti nama presenter, narasumber & informasi lainnya.
  • Penata Suara (Audioman)
         Penata Suara bertugas untuk memilih sumber suara yang akan dimunculkan. Suara / audio tersebut berasal dari berbagai macam sumber, seperti : microphone di studio yang digunakan talent, peralatan musik, VTR, music player hingga audio yang disimpan di dalam komputer.
  • Pengoperasi VTR (VTRman)
         Pengoperasi VTR bertugas memutar kaset video sesuai rundown & melakukan perekaman.
  • Pengoperasi Virtual Set
         Pengoperasi virtual set bertugas memunculkan latar belakang virtual yang sebelumnya telah dibuat oleh virtual set designer & mengatur posisinya agar sesuai dengan locking kamera.

Hubungan Master Control Room ke Pemancar

Program siaran yang siap ditayangkan ke pemirsa dari MCR disalurkan ke stasiun-stasiun pemancar pusat maupun relay. Penyaluran program siaran televisi dilakukan melalui transmission linemicrowavesatellite.
  • Transmission line, menggunakan kabel koaksial / serabut optik. Program dari MCR disalurkan ke pemancar dalam satu komplek dengan jarak yang dekat.
  • Microwave, menggunakan frekuensi radio gelombang mikro. Program dari MCR disalurkan ke pemancar dari lokasi yang berbeda dengan jarak yang cukup jauh. Transmisi microwave biasanya digunakan untuk live event dari lapangan ke studio/ untuk backup dari studio ke stasiun relay terdekat.
  • Satellite, menggunakan frekuensi radio gelombang mikro. Program dari MCR disalurkan lokasi yang berbeda dengan jarak yang sangat jauh. Satellite merupakan transmisi dari studio ke stasiun relay di seluruh Indonesia.

Transmisi Satelit

    Transmisi satelit menjadi penting dalam penyiaran televisi. Ada dua terminal melengkapi sistem satelit, terminal pertama untuk mengirimkan signal transmisi ke satelit (uplink) dan terminal kedua mengurus penerimaan signal dari satelit (downlink) / disebut juga TVRO (Television Receiving Only) yang dipakai di rumah-rumah, yakni antene parabola. Materi siaran dari MCR melalui uplink dikirimkan ke satelit. Kemudian signal diterima di satelit dan dikirimkan atau dipancarkan kembali (downlink) ke relay televisi tersebut.

Rabu, 27 Februari 2013

Floor Director / Pengarah Lapangan

Posted by Unknown at Rabu, Februari 27, 2013 1 comment
      Floor Director adalah orang yang bertanggung jawab dan bertugas membantu produser & director dalam mengarahkan dan mengkoordinir crew dan juga audience dilapangan, baik pada saat rehearsal maupun pada saat eksekusi (selama kegiatan produksi berlangsung). Floor Director mendengarkan perintah PD melalui sistem komunikasi intercom dari control room. Tugas utama seorang Floor Director adalah berkomunikasi dengan talent/pengisi acara. Dalam acara siaran langsung di studio, FD memiliki otoritas terakhir.
      Memandu acara di floor sesuai dengan keinginan produser & diector adalah merupakan salah satu tugas Floor Director atau yang biasa disebut dengan FD, namun FD juga dapat memberikan masukan kepada Produser & director apa yang terbaik untuk acara tersebut, terutama situasi dilapangan. Sebelum produksi dimulai atau yang biasa disebut dengan pra produksi, seorang Floor Director harus memahami rundown terlebih dahulu. Jika ada perubahan dalam rundown, maka sebagai pemimpin distudio, FD harus segera mengkomunikasikannya dengan seluruh crew yang ada distudio. Begitu pula jika ada perubahan yang melibatkan anchor misalnya, maka FD secepat mungkin memberitahukan pada anchor tersebut.

      Ada beberapa tanggung jawab seorang Floor Director dalam persiapan untuk menghadapi rekaman / penyiaran suatu acara, antara lain:
a.  Memeriksa kembali apakah semua pintu studio telah tertutup.
b.  Menjaga kondisi studio, mengkoordinir serta mengatur dan melakukan cek apakah tata dekorasi, plot lighting, blocking kamera dan tata audio distudio telah siap.
c.  Pengisi acara (talent) dan kerabat kerja telah berada atau siap ditempat.
d.  Demikian pula gambar distudio monitor telah menerima output dari vision mixer dan sebagainya.

      Seorang Floor Director mempunyai tugas utama yaitu menjalankan apa yang terdapat didalam script / rundown dan memberi aba-aba kepada pengisi acara selama rehearsal dan proses shooting berlangsung. Selama proses produksi tersebut, segala sesuatu yang terjadi di lapangan, FD tetap berkoordinasi dan melaporkan kepada director.

Pembagian Tugas FD, antara lain:
1.  Lead Floor Director – Bertanggung jawab atas koordinasi antara FD dan juga atas kelancaran proses syuting acara secara keseluruhan.
2. Traffic Floor Director – Bertanggung jawab terhadap sirkulasi talent dan kelengkapan properti pendukung acara.
3. Back Stage Floor Director – Bertanggung jawab mempersiapkan seluruh talent pendukung acara di back stage agar flow acara berjalan lancer.
4.  Audience Warmer (AW) Floor director – Bertanggung jawab menyambut audience dan menciptakan suasana kondusif di studio audience dapat menikmati acara dengan nyaman selama acara berlangsung.


Metode pemberian aba–aba

     Ada beberapa cara pemberian aba–aba yang berupa kata–kata, tanda– tanda, gerakan atau dengan gambar. Beberapa metodenya adalah:
a.  Aba–aba secara verbal. Aba–aba secara verbal dilakukan dengan menggunakan kalimat dalam dialog, yang tentunya semuanya telah disepakati bersama, demikian dalam komentar dapat diberikan aba–aba dimulai / diakhiri / beralih ke sumber lainnya.
b.  Aba–aba melalui intercom. Aba–aba ini sifatnya secara langsung diberikan kepada pengisi acara / pembaca berita / komentator melalui earpiece, sehingga memudahkan pengarahan / direct kepada pengisi acara.
c.  Aba–aba melalui tally light. Pengisi Acara bisa memperhatikan lampu tanda yang ada diatas bodi kamera (biasanya berwarna merah), baik menyala, mati / berkedip.
d.  Aba–aba melalui monitor peragaan tertentu yang keluar melalui output dari monitor, digunakan sebagai tanda dimulai / diakhirinya suatu kegiatan satu ke kegiatan yang lainnya.
e.  Aba–aba dari Floor Director (tanpa suara) dan cue verbal distudio ketika dimulai pengambilan gambar. Komando yang diberikan dari Pengarah Acara akan disebarluaskan kepada crew yang bertugas distudio termasuk pengisi acara (talent). Beberapa contoh gerakan FD:


Merapatkan dua posisi atau lebih


10 second standby

30 second standby



Acara segera dimulai / obyek siap on air












Berdiri / meninggikan posisi



Duduk / merendahkan posisi











Closing program



Closing segment
















Inframe / Masuk ke dalam frame



Hentikan penelepon









Kecepatan bicara ditambah



Kecepatan bicara dilambatkan



Materi bahasan diperpanjang / diperpendek










       Tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang Floor Director, merupakan tugas yang ikut menentukan keberhasilan produksi yang sedang dilaksanakan, baik dari segi kreatifitas maupun segi pengorganisasian, pada acara–acara televisi ukuran besar dan komplek, FD berperan sebagai penghubung lokal dan melaksanakan sebagian tugas Pengarah Acara pada tahap latihan masih diluar studio. Tetapi pada saat latihan sudah dipindahkan kestudio (camera rehearsal), Floor Director melakukan checking yang bersifat non teknis, dengan maksud sejauh mana kesiapan dari seluruh kerabat kerjanya dan akan melihat apakah set dekorasi telah siap untuk dipergunakan pada hari yang telah ditetapkan, demikian pula FD akan mengatur grafik yang akan diambil dengan kamera studio.
        Masalah ketepatan waktu pun merupakan aspek yang akan menjadi tanggung jawab Floor Director, bukan saja waktu untuk melakukan latihan–latihan tetapi juga waktu kapan akan melakukan istirahat.

Senin, 25 Februari 2013

Prinsip Kerja Stasiun Televisi

Posted by Unknown at Senin, Februari 25, 2013 1 comment
            Cara kerja stasiun TV dimulai dari Departemen Programming. Departemen inilah yang merencanakan & menentukan program apa yang akan ditayangkan, pada jam berapa & siapa saja target pemirsanya. Lalu program itu apakah harus dibuat sendiri secara inhouse, outsource, dibeli dari PH lokal atau harus di import dari luar negeri. Jika dibeli dari luar negeri, program itu berupa cassete atau berupa siaran langsung (live).
Bila program-program itu telah dipilih & jadwal penayangannya telah ditentukan, maka bagian Sales & Marketing yang akan memasarkan / menjualnya kepada calon pemasang iklan. Slot-slot waktu yang tersedia untuk iklan kemudian diberi harga (rate card), sedangkan jenis iklan yang ditawarkan bisa berupa video, graphic, animasi, running text, iklan built in / blocking time. Itu semua tergantung dari kesepakatan antara kedua belah pihak (pemasang iklan & operator stasiun TV).
Jika program harus dibuat sendiri secara in house, maka bagian Produksi kemudian akan menyusun crew, membuat jadwal dan memproduksi program itu sesuai target waktu yang telah ditentukan. Produksinya bisa dikerjakan didalam studio / diluar studio, tergantung dari jenis program apa yang sedang dibuat. Setelah jadi (dalam bentuk pita cassete / file hardisk) langkah berikutnya adalah proses Pasca Produksi (Editing, Graphic & Quality Control). Bila telah lolos dari Quality Control berarti program ini telah siap tayang & program itu kemudian dikirim ke Playout untuk dimasukkan ke dalam daftar tunggu (Play List). Nantinya, pada jam, menit & detik yang telah ditentukan, program ini akan tayang sendiri secara otomatis berdasarkan perintah dari software On Air Automation.
On Air Automation bekerja berdasarkan data entry yang dimasukkan oleh bagian Traffic. Jika fasilitasnya tersedia, bisa juga data itu berisi kapan running text, graphic atau animasi iklan harus tampil bersama-sama dengan program (fasilitas ini disebut dengan Secondary Event). Bagian Traffic biasanya berada dibawah Sales dengan tujuan agar memudahkan koordinasi & kontrol terhadap penayangan iklan. Sebab hal ini berakitan erat dengan masalah tagihan & pembayaran iklan. Traffic / pengaturan lalu lintas program & iklan ini cukup rumit, karena melibatkan banyak pihak (Programming, Sales, Finance & Teknik) sehingga diperlukan software khusus untuk membantu mempermudah teknis operasionalnya.
Ketika semuanya sudah tersusun rapih & kemudian di run, maka Playout akan secara otomatis menayangkan program & iklan itu secara berurutan sesuai jadwal yang telah tersusun dalam Play List. Sinyal audio & video yang keluar dari Playout kemudian dipilih oleh Master Switcher untuk selanjutnya dikirim ke Pemancar untuk dipancarkan. Dibutuhkan sebuah alat yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal dari Studio ke Pemancar, yang disebut dengan STL (Studio to Transmitter Link) sebagaimana diperlihatkan dalam gambar diagram di bawah ini.


Gambar diagram prinsip kerja stasiun televisi.

Dalam menyusun urutan program sering kali terdapat slot waktu untuk siaran langsung (live), baik yang berasal dari dalam / luar studio. Sementara itu siaran langsung biasanya waktunya sering tidak pasti, dalam arti bisa maju / mundur beberapa menit / detik. Oleh karena itu didalam software On Air Automation umumnya telah tersedia fasilitas yang mampu menyesuaikan maju mundurnya waktu penayangan program siaran langsung ini.
Siaran langsung dari luar studio umumnya menggunakan jalur Fiber Optic, Satelit / Microwave Link sebagai sarana untuk mengirimkan sinyal dari lokasi ke studio. Sinyal-sinyal yang berasal dari luar ini dipilih melalui Routing Switcher dan kemudian harus di sinkronkan terlebih dahulu dengan standar sinyal eksisting yang ada didalam studio. Perangkat yang berfungsi untuk mensinkronisasi sinyal video ini disebut Frame Synchronizer. Selanjutnya, untuk mengukur kualitas sinyal-sinyal dari luar itu digunakan peralatan video monitoring berupa Waveform dan Vectorscope.
Didalam siaran berita sering kali disisipi dengan laporan langsung dari lokasi. Maka sinyal dari lokasi ini harus dikirim terlebih dahulu ke studio, kemudian digabungkan dengan pembaca berita (terkadang disisipi text & gambar-gambar graphic), baru kemudian diteruskan ke Master Switcher untuk disisipi logo, running text / iklan animasi (bila ada) & selanjutnya output dari Master Switcher dikirim ke Pemancar.
Jika ukuran Studio itu cukup besar maka bisa digunakan untuk memproduksi program-program hiburan seperti talk show, kuis, kontes / live music atau acara-acara lain yang agak kolosal. Tapi itu semua tergantung dari visi & misi dari stasiun TV itu sendiri.
Studio sering pula digunakan untuk keperluan rekaman (taping). Hasil rekamannya kemudian diproses dijajaran Pasca Produksi untuk menjalani proses editing. Misalnya gambar-gambar yang tidak perlu harus dibuang, suara yang lemah diperkuat atau yang terlalu kuat dikurangi, kemudian diberi tulisan / graphic agar tampilannya lebih menarik atau diberi sisipan suara (dubbing / voice over) bila perlu. Setelah proses itu semua selesai kemudian materinya diserahkan ke bagian Quality Control untuk diperiksa kualitasnya. Bila telah lolos Quality Control, barulah dikirim ke Play Out untuk dimasukkan ke dalam daftar tunggu (Play List). Pada waktu yang telah ditentukan, program ini kemudian akan tayang sendiri secara otomatis atas perintah software On Air Automation.

Kamis, 21 Februari 2013

Tipografi (Typography)

Posted by Unknown at Kamis, Februari 21, 2013 0 comment
Sejarah Tipografi

Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Pengertian Tipografi

Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yang diharapkan.
Secara modern, tipografi berkaitan dengan penataan huruf pada media elektronik, baik dari segi tampilan maupun outputnya ke berbagai media cetak. Sedangkan secara tradisional, tipografi berkaitan dengan penataan huruf melalui media manual berupa lempeng baja yang timbul atau karet (stempel) yang timbul yang berkenaan dengan tinta dan akan dituangkan ke permukaan kertas.

Ada beberapa tahapan yang harus diketahui dalam Tipografi, antara lain:
1.  Pengenalan Anatomi Huruf
2.  Pengenalan Bentuk dan Penerapannya pada Publikasi
3.  Mempelajari Legibility Teks dalam Publikasi

Anatomi Huruf

Dengan pembagian Anatomi tersebut, huruf dibagi menjadi 5 bentuk dasar, yaitu:
1.  Font Serif (Mempunyai serif/lentik diujungnya)
2.  Font Sans Serif (Sans artinya tidak ada, yang berarti tidak ada serif/lentik diujungnya)
3.  Font Slab Serif (Mendekati serif tetapi lentiknya patah)
4.  Script
5.  Decorative (Font yang didesain khusus dengan tema tertentu)

Ada beberapa aturan dalamTtipografi, antara lain:
1.   Untuk Readibility atau keterbacaan yang optimal pergunakan jenis huruf yang secara fisik sederhana dan umum sehingga mudah dikenali.
2.   Jangan terlalu banyak mempergunakan jenis huruf dalam sebuah design. Pergunakan maksimal 3 jenis huruf.
3.   Jangan takut mempergunakan satu jenis huruf saja. Karena satu jenis huruf tidak akan monoton bila digali potensi Type familynya.
4.   Untuk membedakan dan memberi penekanan pada informasi pergunakan Point Size yang berbeda sesuai dengan hirarki dan prioritas informasinya.
5.   Jangan membuat kolom untuk Body Text terlalu panjang, karena akan melelahkan mata. Panjang kolom ideal maksimal 10 cm.
6.   Point Size untuk Body Text jangan terlalu kecil karena sulit dibaca ataupun terlalu besar karena makan ruang. Idealnya adalah 9 sampai 12 point, walaupun bisa dibuat 8 sampai 15 point tergantung kebutuhan.
7.   Hindari pemakaian jenis huruf yang hampir sama, karena masyarakat umum belum tentu dapat menangkap perbedaannya.
8.   Teks yang ditulis dengan huruf capital atau Upper case semua akan lebih sulit dibaca dari pada pemakaian kombinasi Upper case dan Lower case.
9.   Kerning atau jarak antar huruf yang terlalu dekat atau terlalu jauh akan mengganggu kenyamanan membaca. Temukan jarak ideal sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan.
10. Leading atau jarak antar baris yang terlalu dekat atau terlalu jauh akan mengganggu kenyamanan membaca. Temukan jarak ideal sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan.
11. Untuk pembacaan optimal pergunakan komposisi baris teks atau Aligment yang umum seperti rata kiri, rata kanan, rata kiri-kanan dan rata tengah.
12. Huruf yang terlalu ramping atau Condensed dan terlalu lebar atau Expanded akan mengganggu kenyamanan membaca. Jadi pergunakan untuk kebutuhan yang khusus.
13. Jaga integritas ketikan dengan mengatur huruf dan kata pada Base Line atau garis dasar.
14. Untuk kemudahan baca atau Readibility apabila bekerja dengan warna, pastikan ada kontras warna yang cukup antara teks dengan Back ground.
15. Teks dengan warna tua dan Back ground dengan warna muda akan lebih mudah dibaca dari pada teks warna muda dengan Back ground warna tua.

The Art Of Type

Bila dilihat dari sisi keilmuan, Tipografi haruslah dipelajari dan dipergunakan sesuai dengan konsep dan teori yang berlaku. Namun bila dilihat dari sisi seni (dimana pada setiap orang memiliki “kadar” yang berbeda dalam hal nilai “estetika” dan Art), maka untuk menghasilkan sebuah design yang unik, hendaknya dipergunakan juga teknik Tipografi yang menarik untuk dipandang dan dilihat mata.


                                                   Contoh gambar Tipografi:





Beberapa teknik dasar untuk menghasilkan tipografi yang menarik, antara lain:

1. Teknik pemanfaatan ruang tertentu pada Font Utama Bagian dengan pemanfaatan ruang kosong pada huruf utama, untuk menempatkan huruf lain yang lebih kecil.
2. Teknik penggabungan huruf dengan karakteristik tebal dan tipis sebuah kata.
3. Teknik Kombinasi Huruf dengan Bentuk Tertentu (Shape).
4. Teknik Transformasi Angka. Prinsip dasar sebuah angka yang dapat dijadikan sebagai huruf.
5. Teknik penggunaan warna yang berbeda pada huruf. Dengan pewarnaan yang berbeda, meskipun tanpa penggunaan spasi, dua kata yang dijadikan tipografi (untuk logo misalnya) akan dapat terbaca. Pewarnaan yang berbeda juga dapat menjadi pemisahan sebuah kata yang ambigu (memiliki 2 makna).
6. Teknik Opacity & Transparansi warna yang berbeda pada Tipografi. Tipografi dengan efek opacity (ketebalan warna) digunakan sebagai penguat fokus teks utama. Selain memperkuat fokus teks utama, tipografi jenis ini digunakan juga sebagai penghias latar belakang (backgraound) sebuah design.
7. Teknik Penggunaan “Hirarki”, huruf yang lebih besar digunakan untuk judul utama (hal yang paling ingin disampaikan), sedangkan yang kecil sebagai teks pendukung.
8. Teknik Rotasi. Penggunaan teknik ini bertujuan untuk memberikan efek distorsi kemiringan pada tipografi, agar sebuah kata pada design lebih “menantang” untuk dibaca.
9. Teknik penggunaan font yang berbeda pada sebuah design.
10. Teknik ”Drop Cap” (penggunaan huruf awal yang lebih besar).
11. Teknik ”Kerned” (pengaturan jarak horizontal antar huruf). Pada bagian atas huruf dalam posisi normal dan terlihatbiasa, sedangkan pada bagian bawah, huruf terlihat lebih rapat. Teknik kerned ini cocok digunakan sebagai variasi ”penyempitan” ruang pada sebuah kata.
12. Teknik ”Rag” (perataan huruf perparagraf). Huruf dirangkai menjadi tidak teratur, karena tidak adanya perataan kanan, kiri, rata kiri-kanan dan rata tengah. Penggunaan teknik “Rag” meskipun tanpa perataan, huruf tetap menjadi lebih teratur dan terlihat lebih proporsional.
13. Teknik pemberian ruang yang besar pada satu tipografi. Dengan cara memberikan ruang yang cukup besar pada sebuah design, dapat membentuk sebuah nuansa hening, rapih dan elegan.
Beberapa hal yang harus dihindari dalam Tipografi, yaitu:
1. Huruf Serif digunakan secara Capital dalam Body text (Paragraph) terlalu banyak.
2. Menggunakan font Comic Sans pada publikasi serius dan yang tidak seharusnya.
3. Huruf Script digunakan untuk Body Text terlalu banyak.
4. Menarik (stretching) huruf sehingga terlihat lebih “horizontal” atau “vertikal” atau tidak professional dari ukuran font semula.

 

Illustration & Expectation★ Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting